Sabtu, 02 Juni 2012


Setitik cahaya di bulan Ramadhan
Ridwan Setiawan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan juga penuh dengan kasih sayang, mungkin dengan berkah Ramadhan inilah saya menemukan kembali setitik cahaya yang membuat aku punya tujuan kembali untuk menempuh masa depan saya. Itu berasalan buat aku yang sedang memjalankan semester pendek pada bulan ramadhan itu, pada mulanya aku begitu semangat menjalankan semester pendek ini, karena kita akan bisa lebih cepat untuk lulus maklumlah aku termasuk kepada keluarga yang kurang mampu, lulus cepat adalah salah satu solusi yang baik untuk meringankan beban kedua orang tuaku, mereka begitu mengharapkan aku untuk membantu mereka dalam membiayai adik-adik aku yang sedang sekolah. Bulan Ramadan yang indah ini seakan menjadi saksi akan perjuanganku menempuh masa depanku, tapi sayang

ARTI CINTA
“Cinta adalah hasil relasi antara hati dan pikiran yang dibatasi akan ketakutan”
Ridwan setiawan

Cinta adalah  perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri. Dan terpautnya hati orang yg mencintai pada pihak yang dicintainya, dengan semangat yang menggelora dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan, arti lain cinta adalah motivator diri yang membuat gairah hidup menjadi indah dan makna, cinta pula yang menjadikan orang yang kita cintai menjadi makhluk yang paling mulia didunia ini yang sudah tidak memandang baik dan buruknya orang yang menjadi objek cinta. Cinta merupakan hasil relasi yang dibijektif antara hati sebagai domainnya dan pikiran sebagai rangenya sehingga dari dua himpunam ini menghasilkan suatu relasi yang berkorespodensi satu-satu dan  terbentuklah cinta sebagai pendefinisian dari hati dan pikiran.

From Pondok to Mosque
(Ridwan Ibnu Sina)

Mungkin kita sering mendengar bahwa pendidikan agama yang baik itu adalah di pondok pesantren. Memang benar kalau pendidikan agama itu harus di pesantren dimana disana pendidikan agama lebih teratur dan terorganisir, santri-santri di tuntut untuk mempelajari kitab-kitab tradisional yang lebih banyak membahas tentang ilmu Piqih, Nahwu Sorof dan masalah Tauhid.
Keputusan aku meninggalkan pondok pesantern merupakan suatu keputusan yang tidak sembarangan, keinginanku untuk belajar agama di pondok pesantren seperti hanyalah mimpi, kenapa padahal pondok pesantren adalah tempatnya?, ya mungkin pondok  pesantern yang idel seperti yang awal di jelaskan hanya sebatas sampai usia sekolah saja. Untuk kalangan usia yang sudah jadi mahasiswa itu merupakan satu hal yang sulit jika keadaan atau peraturan yang sering digunakan pada usia sekolah diterapkan di usia mahasiswa.

Memberi untuk Menerima
(Ridwan Ibnu Sina)

Memberi untuk menerima, dari kata-kata tersebut mungkin agak sedikit aneh ketika kita memaknai secara harfiah memberi untuk menerima, kita mengasihkan uang ke seseorang untuk menerima uang dari seseorang, dengan memberi tidak ada suatu hal yang tidak mungkin, dimana dalam kekuatan memberi seseorang akan mengalami perubahan yang sangat besar pada dirinya dimana dalam dirinya akan menumbuhkan kepekaan dalam kehidupan sosialnya.

Miracel Of Pray
Ridwan Setiawan

Pernahkah kalian mendapatkan suatu masalah yang begitu berat, dimana kalian harus memilih dari suatu kejadian tersebut. Mungkin disini kalian harus begitu bijak dalam memilih suatu keputusan dalam menyelesaikan masalah itu. Dalam hal ini perlu disadari dalam menyelesaikan suatu masalah tidak bisa semudah itu. Ketika kalian di hadapkan suatu masalah yaitu memilih suatu hal yang pentingkan bagi kalian tapi kalian harus mengusahakan untuk bisa mengerjakan pekerjaan itu, solusinya adalah doa.
            Banyak ungkapan yang berbunyi “ doa merupakan senjatanya orang muslim” sepertimya itu merupakan ungkapan yang benar, kenapa? Dengan doa segala urusan yang kita hadapi akan menjadi mudah. Kekuatan doa merupakan kekuatan yang tidak ada batasnya tetapi kekuatan itu cenderung kita melupakan. Ada saatnya kita menggunakan doa itu ketika kita dalam keadaan mendesak, tapi seharusnya penggunaan doa kita gunakan dalam setiap mengawali suatu perbuatan sehingga dalam menjalaninya kita tidak akan mendapatkan suatu masalah yang buntu.

Nekad, Toilet Aja
(Ridwan Ibnu Sina)



Pernah saya berpikir bahwa menjalani hidup itu akan mudah, mendapatkan yang dinginkan dan mudah melakukan sesuatu, tapi ternyata hidup merupakan bagian dari pelatihan yang keras tidak ada satu bagian pun dalam kehidupan ini diperoleh dari suatu hal yang gampang, tidak ada yang instan dalam hidup ini ada pun mie instan yang dari namanya instan tetap aja harus ada proses.
Dalam menjalankan hidup ini, ada bagian yang bisa membantu dalam mengarungi gelombang kehidupan ini, yaitu nekad, dari kata-katanya udah seperti hal yang ekstrim, apakah arti nekad ini sama dengan orang yang nekad membunuh keluarganya, orang yang nekad minum obat nyamuk atau ada orang yang nekad menjatuhkan diri dari atap gedung, sepertinya bukan itu yang saya akan jelaskan dalam catatan ini.

Payung Langit
Ridwan Setiawan


            Kalian tahu tidak bagaimana suatu kepercayaan itu akan mendapatkan kepercayaan pula?, ternyata dalam kehidupan itu sikap percaya merupakan modal pokok dalam kehidupan ini. Orang akan merasa tenang ketika kita bertemu dengan orang yang kita percaya, ada kisah yang menarik pada waktu itu teman saya Refi akan mendirikan Lembaga Bimbingan Belajar di daerah Bandung, ketika mau mendirikan Bimbingan Refi menemukan kendala yang cukup besar, ketika itu ruangan belajar yang akan digunakan masih tidak mempunyai kursi, padahal jika melihat dari jadwal siang itu Bimbingan Belajar harus segera dimulai, tadi dengan dengan penuh keajaiban tidak disangka pada jam 04:00 WIB ada orang tua murid Private Refi bersedia membantu dengan mengasih pinjam korsi chitoses yang jika di total dengan harga bisa mencapai 10 juta, ternyata bagaimana orang tua siswa itu begitu mudah untuk mengasihkan kursi chitoses kepada Refi, ternyata antara Refi dan orang tua murid sudah terbentuk kepercayaan.

Pohon Mimpi
(Ridwan Setiawan)

Semua orang pasti mempunyai mimpi, semua orang pasti punya harapan yang tinggi akan hidupnya. Tidak banyak orang bisa mewujudkan mimpinya dan tidak semua orang bisa bertahan akan mimpinya. Pernah kita mendengar ketika seorang anak jika ditanya oleh kita “ mau jadi apa nanti atau cita-citanya mau jadi apa?” pasti anak itu akan menjawab dengan begitu lantang menyebutkan “aku ingin jadi Presiden, aku ingin jadi dokter atau aku ingin jadi astronot”, begitu hebatnya cita-cita mereka tidak mengenal seberapa tingginya dan seberapa besar cita-cita yang anak itu katakan tapi satu yang mereka miliki yaitu keyakinan bahwa aku ingin menjadi.
            Semua  orang pasti mempunyai mimpi, tapi biasanya kita akan bingung dari mana kita akan memulai untuk mewujudkan mimpi itu, semakin besar mimpi kita maka akan semakin besar pula rintangan yang akan menguji kita. Maka dalam hal ini mimpi akan mejadi kuat bila mimpi yang berupa benih ini kita tanam sedalam-dalamnya kepada tanah yang subur. Biarkan mimpi ini tumbuh dengan dengan tinggi sehingga akan terbentuk pohon besar yang menjulang tinggi, pohon yang tinggi dengan akar yang kuat, batang yang tegak dan daun yang rindang.

Jumat, 16 Maret 2012


sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Rabu, 14 Maret 2012

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan istilah ujian nasional yang sering membuat kita stress dibuatnya, dengan standar nilai yang sering naik tiap tahun dan sistem pelaksanaan yang berbeda di setiap pelaksanaanya,banyak siswa yang membela-belakan untuk bimbel dan private disuatu lembaga dengan upaya nilai ujiannya bisa sampai target yang telah ditentukan oleh pemerintah. Dengan dilaksanakan ujian nasional pula akan menambah popularitas lembaga pendidikan maupun sekolah, sehingga orang tua akan mengupayakan anaknya untuk masukan anaknya kepada lembaga pendidikan maupun sekolah yang siswanya akan dijamin lulus 100% jika memasukan lembaga dan sekolah tersebut, banyak manfaat yang dapat diambil dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) ini baik dari segi pembelajaran disekolah maupun dari pendapatan materi para lembaga kursus dan bimbingan belajar (Bimbel).



Pendidikan yang tinggi merupakan idaman setiap orang, dimana setiap orang berlomba untuk bisa mewujudkan setiap cita-citanya. Tapi kebingunan datang ketika masa dimana kita harus memilih jalan mana yang akan mengantarkan kita kepada jalan cita-cita kita. Kampus atau nama lain adalah perguruan tinggi merupakan jenjang tinggi dalam pendidikan formal, dimana dalam perguruan tinggi tersebut seorang perlu untuk berpikir bijak dalam memilih jurusan yang akan diambil karena pengambilan pilihan tersebut akan mempengaruhi ke depannya..
Dalam tulisan ini saya akan sedikit berbagi kepada kalian semua tentang bagaimana pengalaman saya ketika memilih Perguruan Tinggi tersebut, dimana kelas XII adalah masa-masa siswa galau dalam memilih tujuan mereka sudah lulus dari sekolah. Coba renungkan ketika menemukan pernyataan berikut ini, anda sudah lulus dari sekolah lalu anda akan segera mendapatkan pilihan yang akan menghantarkan kepada masa depan anda maka anda akan menemukan pilihan masalah berikut, jika mau kuliah maka  kuliah dimana dan jurusan apa?, jika mau kerja maka harus kerja apa dan dimana?,

Cinta adalah  perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri. Dan terpautnya hati orang yg mencintai pada pihak yang dicintainya, dengan semangat yang menggelora dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan, arti lain cinta adalah motivator diri yang membuat gairah hidup menjadi indah dan makna, cinta pula yang menjadikan orang yang kita cintai menjadi makhluk yang paling mulia didunia ini yang sudah tidak memandang baik dan buruknya orang yang menjadi objek cinta. Cinta merupakan hasil relasi yang dibijektif antara hati sebagai domainnya dan pikiran sebagai rangenya sehingga dari dua himpunam ini menghasilkan suatu relasi yang berkorespodensi satu-satu dan  terbentuklah cinta sebagai pendefinisian dari hati dan pikiran.
Dari kata cinta bisa mempunyai makna yang berbeda sesuai dengan bagaimana kita sebagia orang yang mempunyai hati menggunakannya, cinta bisa kita maknai sebagai sinar yang paling terang yang bisa menerangi jiwa manusia yang gelap akan cahaya cinta atau cinta bisa juga kita maknai sebagai pedang yang sangat  tajam yang siap membelah jiwa kita yang lemah akan makna cinta. Ini merupakan pilihan, dan pilihan merupakan hasil dari penggunaan dari pengguna, sepintar kita memilih makna cinta itu merupakan hasil dari bagaimana kita menggunakan cinta, jika kita menggunakan cinta secara berlebihan maka cinta itu akan menjadi makna yang menjadikan cinta sebagai pedang yang siap membelah jiwa kita, kenapa?karena dalam menggunakan cinta yang berlebihan dan tidak sesuai dengan tempatnya maka itu merupakan kesalahan

aku adalah kertas, semua  orang mungkin tidak memandang aku sebagai barang yang penting bagi hidup semua orang, aku sering di jadikan mainan orang anak-anak kecil, aku sering dilempari oleh anak sekolah dan aku sering dijadikan tempat untuk membungkus makanan yang berminyak dan lengket. Aku sering dipandang sebelah mata oleh semua orang tanpa mengetahui seberapa besar manfaatku untuk mereka.
Aku adalah kertas, mereka sering merendahkanku, tapi mereka tidak mengetahui bagaimana aku dibuat, coba bayangkan berapa jiwa manusia yang hidup dalam mencari nafkah dari hasil membuat aku dan berapa pohon yang ditebang oleh mereka hanya untuk sekedar membuat selembar diriku. Aneh mereka sering merendahkanku sepertinya mereka berpikir aku tidak bisa hidup jika temanku pensil tidak ada disampingku. Mereka selalu memandang bahwa aku tidak bisa berbuat apa-apa jika aku sendirian.