Nekad, Toilet Aja
(Ridwan Ibnu Sina)
Pernah saya berpikir bahwa menjalani hidup itu akan mudah,
mendapatkan yang dinginkan dan mudah melakukan sesuatu, tapi ternyata hidup
merupakan bagian dari pelatihan yang keras tidak ada satu bagian pun dalam kehidupan
ini diperoleh dari suatu hal yang gampang, tidak ada yang instan dalam hidup
ini ada pun mie instan yang dari namanya instan tetap aja harus ada proses.
Dalam menjalankan hidup ini, ada bagian yang bisa membantu dalam
mengarungi gelombang kehidupan ini, yaitu nekad, dari kata-katanya udah seperti
hal yang ekstrim, apakah arti nekad ini sama dengan orang yang nekad membunuh
keluarganya, orang yang nekad minum obat nyamuk atau ada orang yang nekad
menjatuhkan diri dari atap gedung, sepertinya bukan itu yang saya akan jelaskan
dalam catatan ini.
Dalam hidup ini, perlu adanya suatu keputusan dalam memilih
sehingga kita akan memenuhi akan kehidupan ini, nekad salah satu cara jalan
memilih, kenapa nekad menjadi pilihan?, karena orang nekad akan terus maju
walaupun kemungkinan keberhasilannya adalah 0%. Apakah itu merupakan hal yang
sia-sia? Tidak, tapi nekad akan memberikan pembelajaran kepada kita akan makna
dalam memengaruhi kerasnya hidup. Saya dulu pernah melakukan hal yang tidak
pernah saya lakukan, ini merupakan hal yang pembelajaran ketika itu dimana
tuntutkan biaya harus dipenuhi, saya teringat pada waktu dari kata-kata Mario
teguh “ ambil kemungkinan paling besar lalu kita lihat bagaimana Tuhan
menyelamatkan kita” dari sana saya menjadi orang yang paling nekad, ketika saya
harus mengambil tawaran mengajar Les Fisika, saya tidak bisa dengan pelajaran
Fisika apalagi menguasainya, ketika itu saya mengalami kemandekan dalam
keuangan, orang tua saya sudah bisa lagi membiayai kuliah, dengan adanya tawaran
mengajar Fisika, itu merupakan peluang bagi saya untuk mencari uang, saya pun
mengambil tawaran itu dengan modal nekad, tapi jangan salah nekad yang benar
itu harus dengan perhitungan jadi jangan sampai kita bertindak tanpa ada
persiapan, yakin saja Tuhan memberikan ujian yang besar itu sambil memberikan
solusi yang besar pula. saya pun datang dengan percaya dirinya kepada rumah
murid saya, dengan modal nekad saya memberikan ilmu saya yang sedikit ini
untuk mengajarkan kepada murid saya.
Tapi ternyata apa boleh buat rencana hanyalah rencana ternyata saya salah
perhitungan dalam menentukan materi Fisika, ternyata materi yang saya pelajari
sebelumnya itu sudah diajarkan oleh gurunya disekolah, yakin bahwa Tuhan akan
menolong saya dengan menggunakan berbagai alasan saya pun melanjutkan
pembelajaran ini, kagetnya ketika murid saya menanyakan soal yang susah, wah
benar susah sekali ini soal bagaimana cara mengerjakannya, hanya dengan
menggunakan toilet saya pun akan harus bisa mengerjakan soal ini, dengan yakinnya
dan terus ingat kata-kata Mario teguh “ bagaimana Tuhan akan menolong kita”
dengan yakinnya saya pun masuk toilet dan langsung saya mentelpon teman saya di
kuliah yang jago fisika, akhirnya saya pun selamat malam pertama ngajar fisika.
Dengan terus berbaik sangka
kepada Tuhan, nekad akan lebih tenang dalam mengerjakannya perbuatannya, Tuhan
tahu bagaimana hal yang baik buat kita dan bagaimana yang buruk bagi kita, dan
selalu yakin bahwa Tuhan akan selalu menolong kita dalam segala urusan.
Bagaimana mungkin saya bisa sukses jika kita tidak berani memulai, memulailah
terlebih dahulu biar dalam perjalan ini
yang akan memberikan pelajaran buat kita bagaimana mengatasinya.
RSS Feed
Twitter
00.15
Ridwan Setiawan
0 komentar:
Posting Komentar