Sabtu, 02 Juni 2012


Nekad, Toilet Aja
(Ridwan Ibnu Sina)



Pernah saya berpikir bahwa menjalani hidup itu akan mudah, mendapatkan yang dinginkan dan mudah melakukan sesuatu, tapi ternyata hidup merupakan bagian dari pelatihan yang keras tidak ada satu bagian pun dalam kehidupan ini diperoleh dari suatu hal yang gampang, tidak ada yang instan dalam hidup ini ada pun mie instan yang dari namanya instan tetap aja harus ada proses.
Dalam menjalankan hidup ini, ada bagian yang bisa membantu dalam mengarungi gelombang kehidupan ini, yaitu nekad, dari kata-katanya udah seperti hal yang ekstrim, apakah arti nekad ini sama dengan orang yang nekad membunuh keluarganya, orang yang nekad minum obat nyamuk atau ada orang yang nekad menjatuhkan diri dari atap gedung, sepertinya bukan itu yang saya akan jelaskan dalam catatan ini.

Dalam hidup ini, perlu adanya suatu keputusan dalam memilih sehingga kita akan memenuhi akan kehidupan ini, nekad salah satu cara jalan memilih, kenapa nekad menjadi pilihan?, karena orang nekad akan terus maju walaupun kemungkinan keberhasilannya adalah 0%. Apakah itu merupakan hal yang sia-sia? Tidak, tapi nekad akan memberikan pembelajaran kepada kita akan makna dalam memengaruhi kerasnya hidup. Saya dulu pernah melakukan hal yang tidak pernah saya lakukan, ini merupakan hal yang pembelajaran ketika itu dimana tuntutkan biaya harus dipenuhi, saya teringat pada waktu dari kata-kata Mario teguh “ ambil kemungkinan paling besar lalu kita lihat bagaimana Tuhan menyelamatkan kita” dari sana saya menjadi orang yang paling nekad, ketika saya harus mengambil tawaran mengajar Les Fisika, saya tidak bisa dengan pelajaran Fisika apalagi menguasainya, ketika itu saya mengalami kemandekan dalam keuangan, orang tua saya sudah bisa lagi membiayai kuliah, dengan adanya tawaran mengajar Fisika, itu merupakan peluang bagi saya untuk mencari uang, saya pun mengambil tawaran itu dengan modal nekad, tapi jangan salah nekad yang benar itu harus dengan perhitungan jadi jangan sampai kita bertindak tanpa ada persiapan, yakin saja Tuhan memberikan ujian yang besar itu sambil memberikan solusi yang besar pula. saya pun datang dengan percaya dirinya kepada rumah murid saya, dengan modal nekad saya memberikan ilmu saya yang sedikit ini untuk  mengajarkan kepada murid saya. Tapi ternyata apa boleh buat rencana hanyalah rencana ternyata saya salah perhitungan dalam menentukan materi Fisika, ternyata materi yang saya pelajari sebelumnya itu sudah diajarkan oleh gurunya disekolah, yakin bahwa Tuhan akan menolong saya dengan menggunakan berbagai alasan saya pun melanjutkan pembelajaran ini, kagetnya ketika murid saya menanyakan soal yang susah, wah benar susah sekali ini soal bagaimana cara mengerjakannya, hanya dengan menggunakan toilet saya pun akan harus bisa mengerjakan soal ini, dengan yakinnya dan terus ingat kata-kata Mario teguh “ bagaimana Tuhan akan menolong kita” dengan yakinnya saya pun masuk toilet dan langsung saya mentelpon teman saya di kuliah yang jago fisika, akhirnya saya pun selamat malam pertama ngajar fisika.
  Dengan terus berbaik sangka kepada Tuhan, nekad akan lebih tenang dalam mengerjakannya perbuatannya, Tuhan tahu bagaimana hal yang baik buat kita dan bagaimana yang buruk bagi kita, dan selalu yakin bahwa Tuhan akan selalu menolong kita dalam segala urusan. Bagaimana mungkin saya bisa sukses jika kita tidak berani memulai, memulailah terlebih dahulu biar  dalam perjalan ini yang akan memberikan pelajaran buat kita bagaimana mengatasinya.

0 komentar:

Posting Komentar