Sabtu, 02 Juni 2012


Setitik cahaya di bulan Ramadhan
Ridwan Setiawan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan juga penuh dengan kasih sayang, mungkin dengan berkah Ramadhan inilah saya menemukan kembali setitik cahaya yang membuat aku punya tujuan kembali untuk menempuh masa depan saya. Itu berasalan buat aku yang sedang memjalankan semester pendek pada bulan ramadhan itu, pada mulanya aku begitu semangat menjalankan semester pendek ini, karena kita akan bisa lebih cepat untuk lulus maklumlah aku termasuk kepada keluarga yang kurang mampu, lulus cepat adalah salah satu solusi yang baik untuk meringankan beban kedua orang tuaku, mereka begitu mengharapkan aku untuk membantu mereka dalam membiayai adik-adik aku yang sedang sekolah. Bulan Ramadan yang indah ini seakan menjadi saksi akan perjuanganku menempuh masa depanku, tapi sayang
pada malam ketiga dibulan Ramadhan, ketika aku sudah melaksanakan shalat tarawih yaitu shalat yang menjadi ibadah yang wajib dilaksanakan selama bulan Rhamadan ini , aku beserta teman-teman santriku di Ponpes Al-ihsan baru pulang dari mesjid Al-Mubarak yang menjadi mesjid utama di Ponpes itu. Aku dan teman-teman berencana ingin segera cepat ke kamar karena serangan mata yang tidak bisa kita tahan lagi, sangkin kuatnya sampai ada salah satu temanku sampai terjatuh saat shalat tarawih. Aku dan teman-teman masuk ke dalam kamar tidak begitu luas tapi didalamnya terdapat sejarah akan perjuangan kita, aku sekamar dengan 4 orang dan kebetulan kita tidak ada yang sedaerah jadi kita bisa membagi pengalaman tentang daerah masing-masing, terdengar dari luar suara santri-santri dari kamar sebelah sedang membacakan kitab suci Al Quran yang begitu tartilnya sehingga setiap hukum bacaannya begitu pas dengan irama-irama lantunanya dan menjadikan jiwa yang mendengarkanya seakan diremajakan jiwanya oleh alunan ayat-ayat indah nan suci. Inilah bulan suci Ramadhan yang penuh berkah itu, ya berkah, karena sebentar lagi aku akan bertemu kembali dengan orang yang aku cintai, Gina halimatul sadisah wanita yang aku cinta, wanita yang telah menghantarkan aku kepada perkenalanku dengan agama islam ini, tiga tahun yang lalu aku bisa disebut orang yang paling nakal di sekolahku dulu dan pergaulanku juga bisa dibilang bebas sehingga pada waktu itu aku bisa kenal dengan yang namanya minuman keras dan ganja, pertama aku bertemu dengan Gina pada saat aku beserta kelompokku sedang asik nongkrong di alun-alun kota, lalu aku melihat seorang wanita yang kelihatan lagi bingung, lalu aku pun berencana akan ngejailin wanita itu, aku pun berangkat mendekati ia dengan maksud berkenalan dengannya, pas mau aku ajak ketempat sepi ia langsung berkata “apakah kamu percaya dengan adanya Allah?dan apa kamu yakin kalau perbuatanmu tidak dilihat olehNya?” dengan sedikit gemetar aku pun merasa jiwaku merasa diawasi oleh seseorang yang tidak tahu dimana asalnya, lalu aku pun bertanya kepada dia “mau tidak kamu jadi temanku?aku merasa kamu akan membantuku dalam menghadapi masalah yang aku sedang hadapi” lalu ia pun menjawab “ya Insyallah, jika aku mampu” dari sanalah ia terus membantuku dalam memperkenalkan aku dengan Agama Islam,  aku bisa bertemu dengan dia hanya pada hari lebaran saja maklum dia adalah seorang santri di pondok pesantern Al Quran di Kab sukabumi jadi sangat jarang sekali kita bisa ketemu, sejenak aku terus memikirkan Gina disaat ketemu dulu pada lebaran tahun lalu, tiba-tiba kudengar suara HPku  di dalam lemariku,,,gerrr,,gerrr,,gerrr , ku ambil segera HPku yang ada di lemari itu, pas aku buka ternyata HP ku mendapatkan satu SMS, “SMS dari sapa ya?”tanya aku pada teman sekamarku. “Buka aja Sobb, mungkin aja dapat jobb baru?”jawab salah satu teman sekamarku, “ah kamu ini uang terus pikirnya, tapi tumben malam-malam gini ada yang SMS?” Dengan sedikit penasaran aku pun coba mengambil Hp ku, sentak kaget campur bahagia dan tidak tahu rasa apa lagi yang bisa aku rasakan ternyata pesan yang aku dapat adalah pesan dari Gina, “sob Gina yang SMS?”sambungku.
“Wah bagus atuh, lagi kangen kali ma kamu sob?”jawab salah satu temanku dengan nada meledek,
“Iya sih sob sayakan orangnya ngangenin, kamu jugakan kalau pulang kangenkan dengan ku sob?”jawabku dengan nada menyindir.
“Ya kangen ingin mukul loe, cepet itu SMS buka kasihan nunggu?”
Dengan rasa yang bahagia , aku pun membuka SMS dari Gina dengan membaca secara seksama dan terus aku ulangi tiap kalimat dari SMS dari Gina, aku pun langsung terdiam sejenak tanpa rasa seakan penungguan selama 3 tahun yang aku telah jalani menjadi sia-sia. “Kenapa sob kok jadi melamun gini?”Tanya salah satu temanku.
“Gagal sob aku bertemu Gina lebaran ini, dia sekarng udah bertunangan dengan pilihan ibunya sendiri?”jawabku dengan sedikit kecewa.
“Mana coba aku lihat?”
Dengan sedikit penasaran temanku pun membaca SMS dari gina,
Asslam..ka ridwan yang saya sayangi, maaf seribu maaf, mungkin ini adalah kabar yang tidak mengenakan hati buat kakak, tapi maaaf ya ka, bukannya aku tidak bisa menghargai akan kesetiaan kakak yang selama 3 tahun ini selalu menunggu na, tapi apa boleh buat, na hanyalah seorang wanita yang tidak kuat akan rasa cinta yang terlalu lama, kemarin malam ada yang melamar na lewat ibu na, ibu memaksa na supaya cepat nikah na, kalau na minta ma ka mungkin ini akan menjadi beban lagi buat kakak, maka dengan terpaksa na menerimanya, maafin na ya ka, mudah-mudahan kakak dapatkan wanita yang lebih baik dari na, wassalam dari adikmu Gina
Teman-temanku dengan teliti dan seksama membaca SMS dari Gina ini secara berulang barulah mereka sadar bahwa pesan yang dikirim Gina ini adalah pesan yang serius dan tidak ada kata-kata yang menjurus kepada kebohongan.
“Sabar sob belum jodoh kali?”guman salah satu temanku.
“Penantianku selama ini hasilnya gini, tidak adil rasanya saya mendapatkan kabar ini pada bulan yang berbahagia ini?”jawabku dengan sedikit kesal.
“Mungkin ini waktu yang tepat sob yang Allah berikan untukmu agar kamu harus terus bahagia”jawab salah satu temanku dengan nada seperti seorang kiyai.
“Hehehehe tumben loe bijak, biasanya loe suka ngeluarin kata-kata yang susah buat saya cerna??”jawabku dengan sedikit menghibur diri.
“Nah itu buktinya loe bahagia lagi?”sahut teman yang lainnya
“Hahaha bener sob, thank ya kamu mang makhluk tuhan yang paling seksi??”jawabku kepada salah satu teman sekamarku.
“Pantes loe mau sekamar dengan gue ya, gawat dah saya bisa-bisa loe raba-raba gue lagi malam??”jawab salah satu teman sekamarku dengan nada orang betawi.
“Dikit,hehehe”
Itulah berita yang aku dapat pada malam ke-3 dibulan Ramadhan, tapi dengan malam itu aku jadi tahu bahwa aku punya teman-teman yang baik, malam ketiga dibulan Ramadhan berlewat begitu saja dengan meniggalkan kekecawaan yang mendalam, ini adalah kekecewaanku yang tidak pernah aku lupakan.
Setelah beberapa hari dari berita pertunangan gina, aku pun merasa tidak punya semangat dalam menempuh semester pendek ini, sudah 3 kali aku sering bolos dari kuliah dengan alasan ingin cari suasana baru, dari sana aku berpikir lebih baik diam sejenak dulu dimesjid kampus, tak lama aku diam dimesjid kurasakan keistimewaan mesjid tidak salah jika mesjid sebagai rumah Allah aku seperti mendapatkan ketenangan didalamnya dan pikiranku menjadi jernih lagi sampai-sampai aku teringat dengan temanku yang kuliah di Universitas Al-Azhar cairo Dewi qomariah namanya, “ya. Mungkin Dewi bisa membantu saya dengan nasihat-nasihatnya”gumanku dalam hati. Setelah itu aku pun langsung pergi ke warnet langananku yang terletak didepan kampus, aku pun langsung masuk kewarnet itu, “mas,ada yang kosong?”tanyaku kepada salah seorang penjaga, “ya, ada di PC 3” jawab penjaga. Dengan sedikit mengharap aku buka jejaring social Facebook dengan berharap aku bisa Chat dengan Dewi, “wah gak biasanya Dewi gx Online?” gumanku sambil kesal. Sudah setengah jam aku menunggu Dewi Online tapi tak kunjung juga, lalu aku pun berindisiatif untuk mencari teman baru di daftar temannya Dewi dengan maksud bisa mendapatkan teman yang bisa diajak curhat seperti Dewi, aku pun secepatnya mencari didaftar temannya dewi, aku pun terhenti disalah satu nama dari daftar temannya dewi, “Sarah Nurhayati” gumamku, aku pun coba untuk chek infonya, dan ternyata dia tinggal di Kab Sukabumi dan sekarang ia sekolah di Tanwiriyah,aku pun sedikit senang dengan nama Facebook ini, “ah ini bisa kalau diajak kenalan, satu daerah lagi”gumanku dalam hati, aku pun tanpa berpikir panjang langsungku ADD jadi temannya dan segera aku pun langsung kirimkan pesan perkenalanan kepadanya.
To        : Sarah Nurhayati
From    : Ridwan Ibnu sina
Assalam…haiii salam kenalnya, oh ya sekolah ditanwiriyah ya??
“bismilah, mudah-mudahan dibalesnya?”gumamku dalam hati, aku pun langsung menyudahi pencarianku di daftar temannya Dewi, setelah itu aku pun selesai ngewarnet dan langsung pulang ke asrama.
Berapa jam kemudian aku pun mengechek Facebook aku apakah ada pesan buat aku atau tidak, dengan menggunakan HP aku pun membuka Facebook dengan harapan ada pemberitahuan pertemanan dan pesan dari Sarah nurhayati, tak lama koneksi di HP ku pun nyala aku pun langsung buka Facebookku, segeraku melihat apakah ada pemberitahuan dan pesan diberanda akunku. “Allahmdulliah, ada pesan!!” gumanku dalam hati, dengan sedikit penasaran dari siapa pesan tersebut, aku pun langsung buka pesan dari facebook,
To        : Ridwan ibnu sina
From    : Sarah Nurhayati
Walaikumsalam.., ya salam kenal juga, iya sar dari tanwiriyah, dari tanwiriyah juga?
Dengan perasaan yang bahagia ternyata sarah menerima pertemananku, aku pun balas pesan dari sarah
To        : Sarah Nurhayati
From    : Ridwan Ibnu sina
Oh gx kok, kebetulan saya suka maen ksana, oh ya mang sekarng kelas berapa??tapi kok diprofilnya universitas Al-Azhar?
Aku pun memberanikan diri untuk menanyakan hal itu, karena agak aneh ada profil sekolah menggunakan dua lembaga. Aku pun menunggu balasan dari sarah dengan perasaan harap-harap cemas karena takutnya aku disangka tidak sopan menanyakan hal-hal yang tidak perlu. Beberapa menit kemudian pesan aku pun dibalasnya juga, “ah dibalas juga, duh ternyata si sarah orangnya ramah juga?” gumamku dalam hati,
To        : Ridwan ibnu sina
From    : Sarah Nurhayati
Oh yang itu, iya aku sekarang ngelanjutin kuliah disana, nanti juga bulan desember saya berangkatnya, 
Saling kirim pesan pun terus berlanjut, aku pun sudah tidak segan lagi menanyakan hal tentang dia, baik secara pribadi atau pun sharing tentang agama. Selama dua minggu kita terus saling mngirim pesan sehingga kita pun menjadi akrab, ada niat dari diriku untuk meminta No HPnya tapi aku tidak berani karena aku masih takut kalau aku membuat ia tersinggung dan disangka laki-laki yang tidak tahu diri, aku pun mengurungkan niatku untuk meminta No HPnya dan aku pun melanjutkan obrolanku dengan Sarah dengan tema yang ringan sehingga tidak ada sangkaan sekedar menguji.
Perkenalan singkat di Facebook menjadi hal yang terindah buat aku, karena setelah aku kenal dengan sarah aku merasa tidak sendiri lagi, seperti punya teman yang selalu ada buat aku, setiap ada masalah aku pasti sharing dengan sarah sama halnya dengan ia kepadaku,
Tidak terasa lebaran tinggal menghitung hari lagi, aku pun merasa senang menjalankan ibadah puasa ini dengan kehadiran Sarah, walaupun kita perkenalannya hanya sebatas dari Facebook tapi kita merasa sudah lama kenal dan sudah tidak canggung lagi, bukan hanya lebaran yang tinggal menghitung hari tapi ujian akhir semester pendek pun telah tiba, aku dengan semangat yang baru siap dengan ujian itu. hari ujian pun tiba, ujian dilaksanakan 5 hari sebelum hari lebaran, dengan perasaan yang mantap aku pun menghadapi ujian itu, soal-soal yang aku hadapi terasa gampang aku jawab padahal matakuliah yang aku ambil bisa dibilang matakuliah yang menakutkan, tapi dengan rasa semangat yang aku peroleh ini menjadikan suatu tenaga yang besar dalam mengerjakan soal-soal tersebut, akhirnya ujian pun selesai dan hasil ujian di umumkan esok hari yang dengan rasa yang gemetar dan khawatir aku lihat di daftar nilai, absenku No 18 pada saat itu, kulihat tiap kolom-kolom nama para mahasiswa bisa di kulihat hasil mereka yang beraneka macam ada yang C,D dan E pun ada, aku semakin khawatir dengan nilaiku, dan akhirnya, “alhmadulilah aku dapat B” teriaku kepada teman-teman, walaupun aku tidak mendapatkan nilai A aku sedikit kecewa dengan ujian kemarin tapi ternyata aku mendapatkan nilai terbesar ke-2 dari teman-teman mahasiswa yang ikut SP matakuliah itu. “akhirnya aku lulus,akhirnya aku lulus”teriakku. Tidak terasa HP ku pun menerima pesan dari seseorang, “dari siapa ya?kok No nya asing”tanyaku didalam hati. Dengan penasaran aku pun membuka pesan yang aku dapat
+628572278XXXX
Salam..ka ini sama Sarah, maafnya sar minta No ka tanpa bilang-bilang, habisnya sih ribeut kalau di Facebook,hehe
Oh ya gmn hasil ujiannya memuaskan gx??
“wah ternyata sarah, bagus deh ia duluan yang ngehubungi”gumanku
Ya, gpp kok sar malahan seneng, tadinya ka mau minta No sarah,heehhe
Ya alhmdulilah sar ka dapat nilai terbesar kedua nih..makasihnya atas doanya.
Dan itulah awal kami terus berhubungan dengan cara SMSan sampai akhirnya kita saling telponan dan saling mencurahkan hati kita, tidak terasa lebaran pun telah tiba kumandang takbir bergema setiap penjuru bumi yang terus mengetarkan jiwa-jiwa penuh dosa agar bisa memperbaiki jiwa mereka, setiap sudut kota terlihat orang-orang begitu ikhlasnya saling memaafkan satu sama lain, takhayal setiap orang menteteskan air mata mereka, air mata penyesalan yang mungkin ini disiapkan untuk menghadapi hari nan mulia ini.
inilah bulan Ramadhan yang aku lalui tahun ini, suka duka aku rasakan dalam menjalankan ibadah di bulan yang suci ini, dengan kehadiran Sarah dalam hidupku membuat setitik cahaya didalam bulan rahamadhan ini, ia yang telah memgembalikan semangatku yang berada didalam kepurukan penyakit jiwa, tak hanyal aku mengharapkan ia menjadi calon Istriku kelak.






Kota sukabumi saksi kita

Cianjur merupakan daerah dimana didaerah tersebut terdapat gunung yang besar dan menjulang tinggi kelangit, seakan ketinggian gunung tersebut seperti akan mencakar langit biru cianjur. Sesuai dengan keadaan fisik gunung yang besar dan tinggi tersebut maka penduduk daerah cianjur pada dahulu menamai gunung tersebut dengan nama gunung gede. Keindahan cianjur bukan hanya dari gunungnya yang indah, tetapi dengan tempat wisata kebon raya Cipanas yang terletak dikaki bukit gunung gede tersebut seakan tidak mau kalah dengan gunung gede, kebon yang dibuat pada masa penjajahan Belanda tersebut sampai sekarang terus dirawat dengan baik oleh pendudukan setempat sehingga oleh pemerintahan kab cianjur dijadikan tepat wisata. Dengan keindahan daerah cianjur tidak heran banyak orang begitu nyaman dengan kota ini.
“ah enaknya kalau liburan lebaran dirumah serba ada” bisik hatiku
Dengan diselimuti udara bersih di cianjur aku pun beranjak dari kamar tidurku menuju keluar rumah untuk melihat matahari terbit. Maklumlah tempat tinggalku dekat dengan pesawahan yang masih hijau sehingga akan begitu indah jika terlihat pada waktu matahari akan terbit.
“oh ya Lupa! besokan akukan  harus ke sukabumi buat ketemu dengan sarah” gumanku dalam hati.
Aku pun langsung teringat akan permintaan Sarah, yang pada waktu hari raya idul fitri, dia mengajak untuk main ke rumahnya di Sukabumi.
“aduh saya lupa lagi belum tanyain alamat rumahnya entar saja saya SMS dulu” bisiku dalam hati.
Aku pun melanjutkan menikmati suasana pedesaan di cianjur, terlihat banyak bapak-bapak sudah mulai berangkat ke sawah mereka masing-masing dengan menggunakan baju khas mereka dengan setiap bapak-bapak itu membawa cangkul yang sudah dibersihkan dari kotoran tanah.
Tidak terasa hari sudah mulai siang, matahari pun sudah mulai meninggi jika diperkirakan tinggi matahari ini sudah setinggi tombak yang dahulu dijadikan sebagai waktu untuk melaksanakan shalat dhuha.
“udah siang nih, aku belum mandi lagi”,
“udah harus siap-siap beli manisan nih buat ke sukabumi’ bisikku dalam hati
Langsung aku pun segera mandi untuk ke kota buat membeli manisan cianjura untuk dibawa ke sukabumi, kebetulan sarah dan keluarganya suka sekali dengan manisan cianjur.
Selesai mandi aku segera melakukan shalat dhuha sebanyak dua rakaat, dengan shalat dhuha ini berharap akan dipermudah untuk mencari rizeki. Aku pun langsung berangkat ke kota dengan menggunakan motor kesayanganku motor Honda  supra fit yang sudah lama tidak dipakai.
Dengan pelan aku pun memilih jalan Pangeran Hidayatullah untuk menuju jalan Bypas, karena dengan mengambil jalur jalan pangeran hidayatullah bisa cepat langsung menuju jalan bypass karena jalurnya yang lurus sampai ke jalan bypas





0 komentar:

Posting Komentar