Setitik cahaya di bulan Ramadhan
Ridwan Setiawan
Bulan
Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan juga penuh dengan kasih
sayang, mungkin dengan berkah Ramadhan inilah saya menemukan kembali setitik
cahaya yang membuat aku punya tujuan kembali untuk menempuh masa depan saya.
Itu berasalan buat aku yang sedang memjalankan semester pendek pada bulan
ramadhan itu, pada mulanya aku begitu semangat menjalankan semester pendek ini,
karena kita akan bisa lebih cepat untuk lulus maklumlah aku termasuk kepada keluarga
yang kurang mampu, lulus cepat adalah salah satu solusi yang baik untuk meringankan
beban kedua orang tuaku, mereka begitu mengharapkan aku untuk membantu mereka
dalam membiayai adik-adik aku yang sedang sekolah. Bulan Ramadan yang indah ini
seakan menjadi saksi akan perjuanganku menempuh masa depanku, tapi sayang
pada
malam ketiga dibulan Ramadhan, ketika aku sudah melaksanakan shalat tarawih yaitu
shalat yang menjadi ibadah yang wajib dilaksanakan selama bulan Rhamadan ini ,
aku beserta teman-teman santriku di Ponpes Al-ihsan baru pulang dari mesjid
Al-Mubarak yang menjadi mesjid utama di Ponpes itu. Aku dan teman-teman
berencana ingin segera cepat ke kamar karena serangan mata yang tidak bisa kita
tahan lagi, sangkin kuatnya sampai ada salah satu temanku sampai terjatuh saat
shalat tarawih. Aku dan teman-teman masuk ke dalam kamar tidak begitu luas tapi
didalamnya terdapat sejarah akan perjuangan kita, aku sekamar dengan 4 orang
dan kebetulan kita tidak ada yang sedaerah jadi kita bisa membagi pengalaman
tentang daerah masing-masing, terdengar dari luar suara santri-santri dari
kamar sebelah sedang membacakan kitab suci Al Quran yang begitu tartilnya sehingga
setiap hukum bacaannya begitu pas dengan irama-irama lantunanya dan menjadikan
jiwa yang mendengarkanya seakan diremajakan jiwanya oleh alunan ayat-ayat indah
nan suci. Inilah bulan suci Ramadhan yang penuh berkah itu, ya berkah, karena
sebentar lagi aku akan bertemu kembali dengan orang yang aku cintai, Gina
halimatul sadisah wanita yang aku cinta, wanita yang telah menghantarkan aku
kepada perkenalanku dengan agama islam ini, tiga tahun yang lalu aku bisa
disebut orang yang paling nakal di sekolahku dulu dan pergaulanku juga bisa
dibilang bebas sehingga pada waktu itu aku bisa kenal dengan yang namanya
minuman keras dan ganja, pertama aku bertemu dengan Gina pada saat aku beserta
kelompokku sedang asik nongkrong di alun-alun kota, lalu aku melihat seorang
wanita yang kelihatan lagi bingung, lalu aku pun berencana akan ngejailin
wanita itu, aku pun berangkat mendekati ia dengan maksud berkenalan dengannya,
pas mau aku ajak ketempat sepi ia langsung berkata “apakah kamu percaya dengan
adanya Allah?dan apa kamu yakin kalau perbuatanmu tidak dilihat olehNya?” dengan
sedikit gemetar aku pun merasa jiwaku merasa diawasi oleh seseorang yang tidak
tahu dimana asalnya, lalu aku pun bertanya kepada dia “mau tidak kamu jadi
temanku?aku merasa kamu akan membantuku dalam menghadapi masalah yang aku
sedang hadapi” lalu ia pun menjawab “ya Insyallah, jika aku mampu” dari sanalah
ia terus membantuku dalam memperkenalkan aku dengan Agama Islam, aku bisa bertemu dengan dia hanya pada hari
lebaran saja maklum dia adalah seorang santri di pondok pesantern Al Quran di
Kab sukabumi jadi sangat jarang sekali kita bisa ketemu, sejenak aku terus
memikirkan Gina disaat ketemu dulu pada lebaran tahun lalu, tiba-tiba kudengar
suara HPku di dalam lemariku,,,gerrr,,gerrr,,gerrr
, ku ambil segera HPku yang ada di lemari itu, pas aku buka ternyata HP ku
mendapatkan satu SMS, “SMS dari sapa ya?”tanya aku pada teman sekamarku. “Buka
aja Sobb, mungkin aja dapat jobb baru?”jawab salah satu teman sekamarku, “ah
kamu ini uang terus pikirnya, tapi tumben malam-malam gini ada yang SMS?”
Dengan sedikit penasaran aku pun coba mengambil Hp ku, sentak kaget campur
bahagia dan tidak tahu rasa apa lagi yang bisa aku rasakan ternyata pesan yang
aku dapat adalah pesan dari Gina, “sob Gina yang SMS?”sambungku.
“Wah
bagus atuh, lagi kangen kali ma kamu sob?”jawab salah satu temanku dengan nada
meledek,
“Iya
sih sob sayakan orangnya ngangenin, kamu jugakan kalau pulang kangenkan dengan
ku sob?”jawabku dengan nada menyindir.
“Ya
kangen ingin mukul loe, cepet itu SMS buka kasihan nunggu?”
Dengan
rasa yang bahagia , aku pun membuka SMS dari Gina dengan membaca secara seksama
dan terus aku ulangi tiap kalimat dari SMS dari Gina, aku pun langsung terdiam
sejenak tanpa rasa seakan penungguan selama 3 tahun yang aku telah jalani
menjadi sia-sia. “Kenapa sob kok jadi melamun gini?”Tanya salah satu temanku.
“Gagal
sob aku bertemu Gina lebaran ini, dia sekarng udah bertunangan dengan pilihan
ibunya sendiri?”jawabku dengan sedikit kecewa.
“Mana
coba aku lihat?”
Dengan
sedikit penasaran temanku pun membaca SMS dari gina,
Asslam..ka ridwan yang
saya sayangi, maaf seribu maaf, mungkin ini adalah kabar yang tidak mengenakan
hati buat kakak, tapi maaaf ya ka, bukannya aku tidak bisa menghargai akan
kesetiaan kakak yang selama 3 tahun ini selalu menunggu na, tapi apa boleh
buat, na hanyalah seorang wanita yang tidak kuat akan rasa cinta yang terlalu
lama, kemarin malam ada yang melamar na lewat ibu na, ibu memaksa na supaya
cepat nikah na, kalau na minta ma ka mungkin ini akan menjadi beban lagi buat
kakak, maka dengan terpaksa na menerimanya, maafin na ya ka, mudah-mudahan
kakak dapatkan wanita yang lebih baik dari na, wassalam dari adikmu Gina
Teman-temanku
dengan teliti dan seksama membaca SMS dari Gina ini secara berulang barulah
mereka sadar bahwa pesan yang dikirim Gina ini adalah pesan yang serius dan
tidak ada kata-kata yang menjurus kepada kebohongan.
“Sabar
sob belum jodoh kali?”guman salah satu temanku.
“Penantianku
selama ini hasilnya gini, tidak adil rasanya saya mendapatkan kabar ini pada
bulan yang berbahagia ini?”jawabku dengan sedikit kesal.
“Mungkin
ini waktu yang tepat sob yang Allah berikan untukmu agar kamu harus terus
bahagia”jawab salah satu temanku dengan nada seperti seorang kiyai.
“Hehehehe
tumben loe bijak, biasanya loe suka ngeluarin kata-kata yang susah buat saya
cerna??”jawabku dengan sedikit menghibur diri.
“Nah
itu buktinya loe bahagia lagi?”sahut teman yang lainnya
“Hahaha
bener sob, thank ya kamu mang makhluk tuhan yang paling seksi??”jawabku kepada
salah satu teman sekamarku.
“Pantes
loe mau sekamar dengan gue ya, gawat dah saya bisa-bisa loe raba-raba gue lagi
malam??”jawab salah satu teman sekamarku dengan nada orang betawi.
“Dikit,hehehe”
Itulah
berita yang aku dapat pada malam ke-3 dibulan Ramadhan, tapi dengan malam itu
aku jadi tahu bahwa aku punya teman-teman yang baik, malam ketiga dibulan
Ramadhan berlewat begitu saja dengan meniggalkan kekecawaan yang mendalam, ini
adalah kekecewaanku yang tidak pernah aku lupakan.
Setelah
beberapa hari dari berita pertunangan gina, aku pun merasa tidak punya semangat
dalam menempuh semester pendek ini, sudah 3 kali aku sering bolos dari kuliah
dengan alasan ingin cari suasana baru, dari sana aku berpikir lebih baik diam
sejenak dulu dimesjid kampus, tak lama aku diam dimesjid kurasakan keistimewaan
mesjid tidak salah jika mesjid sebagai rumah Allah aku seperti mendapatkan
ketenangan didalamnya dan pikiranku menjadi jernih lagi sampai-sampai aku
teringat dengan temanku yang kuliah di Universitas Al-Azhar cairo Dewi qomariah
namanya, “ya. Mungkin Dewi bisa membantu saya dengan nasihat-nasihatnya”gumanku
dalam hati. Setelah itu aku pun langsung pergi ke warnet langananku yang
terletak didepan kampus, aku pun langsung masuk kewarnet itu, “mas,ada yang
kosong?”tanyaku kepada salah seorang penjaga, “ya, ada di PC 3” jawab penjaga.
Dengan sedikit mengharap aku buka jejaring social Facebook dengan berharap aku
bisa Chat dengan Dewi, “wah gak biasanya Dewi gx Online?” gumanku sambil kesal.
Sudah setengah jam aku menunggu Dewi Online tapi tak kunjung juga, lalu aku pun
berindisiatif untuk mencari teman baru di daftar temannya Dewi dengan maksud
bisa mendapatkan teman yang bisa diajak curhat seperti Dewi, aku pun secepatnya
mencari didaftar temannya dewi, aku pun terhenti disalah satu nama dari daftar temannya
dewi, “Sarah Nurhayati” gumamku, aku pun coba untuk chek infonya, dan ternyata
dia tinggal di Kab Sukabumi dan sekarang ia sekolah di Tanwiriyah,aku pun
sedikit senang dengan nama Facebook ini, “ah ini bisa kalau diajak kenalan,
satu daerah lagi”gumanku dalam hati, aku pun tanpa berpikir panjang langsungku
ADD jadi temannya dan segera aku pun langsung kirimkan pesan perkenalanan
kepadanya.
To
: Sarah Nurhayati
From
: Ridwan Ibnu sina
Assalam…haiii salam
kenalnya, oh ya sekolah ditanwiriyah ya??
“bismilah,
mudah-mudahan dibalesnya?”gumamku dalam hati, aku pun langsung menyudahi
pencarianku di daftar temannya Dewi, setelah itu aku pun selesai ngewarnet dan
langsung pulang ke asrama.
Berapa
jam kemudian aku pun mengechek Facebook aku apakah ada pesan buat aku atau
tidak, dengan menggunakan HP aku pun membuka Facebook dengan harapan ada
pemberitahuan pertemanan dan pesan dari Sarah nurhayati, tak lama koneksi di HP
ku pun nyala aku pun langsung buka Facebookku, segeraku melihat apakah ada
pemberitahuan dan pesan diberanda akunku. “Allahmdulliah, ada pesan!!” gumanku
dalam hati, dengan sedikit penasaran dari siapa pesan tersebut, aku pun
langsung buka pesan dari facebook,
To
: Ridwan ibnu sina
From
: Sarah Nurhayati
Walaikumsalam.., ya
salam kenal juga, iya sar dari tanwiriyah, dari tanwiriyah juga?
Dengan
perasaan yang bahagia ternyata sarah menerima pertemananku, aku pun balas pesan
dari sarah
To : Sarah Nurhayati
From
: Ridwan Ibnu sina
Oh gx kok, kebetulan
saya suka maen ksana, oh ya mang sekarng kelas berapa??tapi kok diprofilnya
universitas Al-Azhar?
Aku
pun memberanikan diri untuk menanyakan hal itu, karena agak aneh ada profil
sekolah menggunakan dua lembaga. Aku pun menunggu balasan dari sarah dengan
perasaan harap-harap cemas karena takutnya aku disangka tidak sopan menanyakan
hal-hal yang tidak perlu. Beberapa menit kemudian pesan aku pun dibalasnya
juga, “ah dibalas juga, duh ternyata si sarah orangnya ramah juga?” gumamku
dalam hati,
To
: Ridwan ibnu sina
From
: Sarah Nurhayati
Oh yang itu, iya aku
sekarang ngelanjutin kuliah disana, nanti juga bulan desember saya
berangkatnya,
Saling
kirim pesan pun terus berlanjut, aku pun sudah tidak segan lagi menanyakan hal
tentang dia, baik secara pribadi atau pun sharing tentang agama. Selama dua
minggu kita terus saling mngirim pesan sehingga kita pun menjadi akrab, ada
niat dari diriku untuk meminta No HPnya tapi aku tidak berani karena aku masih
takut kalau aku membuat ia tersinggung dan disangka laki-laki yang tidak tahu
diri, aku pun mengurungkan niatku untuk meminta No HPnya dan aku pun
melanjutkan obrolanku dengan Sarah dengan tema yang ringan sehingga tidak ada
sangkaan sekedar menguji.
Perkenalan
singkat di Facebook menjadi hal yang terindah buat aku, karena setelah aku
kenal dengan sarah aku merasa tidak sendiri lagi, seperti punya teman yang
selalu ada buat aku, setiap ada masalah aku pasti sharing dengan sarah sama
halnya dengan ia kepadaku,
Tidak
terasa lebaran tinggal menghitung hari lagi, aku pun merasa senang menjalankan
ibadah puasa ini dengan kehadiran Sarah, walaupun kita perkenalannya hanya
sebatas dari Facebook tapi kita merasa sudah lama kenal dan sudah tidak
canggung lagi, bukan hanya lebaran yang tinggal menghitung hari tapi ujian
akhir semester pendek pun telah tiba, aku dengan semangat yang baru siap dengan
ujian itu. hari ujian pun tiba, ujian dilaksanakan 5 hari sebelum hari lebaran,
dengan perasaan yang mantap aku pun menghadapi ujian itu, soal-soal yang aku
hadapi terasa gampang aku jawab padahal matakuliah yang aku ambil bisa dibilang
matakuliah yang menakutkan, tapi dengan rasa semangat yang aku peroleh ini
menjadikan suatu tenaga yang besar dalam mengerjakan soal-soal tersebut,
akhirnya ujian pun selesai dan hasil ujian di umumkan esok hari yang dengan
rasa yang gemetar dan khawatir aku lihat di daftar nilai, absenku No 18 pada
saat itu, kulihat tiap kolom-kolom nama para mahasiswa bisa di kulihat hasil
mereka yang beraneka macam ada yang C,D dan E pun ada, aku semakin khawatir
dengan nilaiku, dan akhirnya, “alhmadulilah aku dapat B” teriaku kepada
teman-teman, walaupun aku tidak mendapatkan nilai A aku sedikit kecewa dengan
ujian kemarin tapi ternyata aku mendapatkan nilai terbesar ke-2 dari
teman-teman mahasiswa yang ikut SP matakuliah itu. “akhirnya aku lulus,akhirnya
aku lulus”teriakku. Tidak terasa HP ku pun menerima pesan dari seseorang, “dari
siapa ya?kok No nya asing”tanyaku didalam hati. Dengan penasaran aku pun
membuka pesan yang aku dapat
+628572278XXXX
Salam..ka ini sama
Sarah, maafnya sar minta No ka tanpa bilang-bilang, habisnya sih ribeut kalau
di Facebook,hehe
Oh ya gmn hasil
ujiannya memuaskan gx??
“wah
ternyata sarah, bagus deh ia duluan yang ngehubungi”gumanku
Ya, gpp kok sar malahan
seneng, tadinya ka mau minta No sarah,heehhe
Ya alhmdulilah sar ka
dapat nilai terbesar kedua nih..makasihnya atas doanya.
Dan
itulah awal kami terus berhubungan dengan cara SMSan sampai akhirnya kita
saling telponan dan saling mencurahkan hati kita, tidak terasa lebaran pun
telah tiba kumandang takbir bergema setiap penjuru bumi yang terus mengetarkan
jiwa-jiwa penuh dosa agar bisa memperbaiki jiwa mereka, setiap sudut kota
terlihat orang-orang begitu ikhlasnya saling memaafkan satu sama lain, takhayal
setiap orang menteteskan air mata mereka, air mata penyesalan yang mungkin ini
disiapkan untuk menghadapi hari nan mulia ini.
inilah
bulan Ramadhan yang aku lalui tahun ini, suka duka aku rasakan dalam
menjalankan ibadah di bulan yang suci ini, dengan kehadiran Sarah dalam hidupku
membuat setitik cahaya didalam bulan rahamadhan ini, ia yang telah memgembalikan
semangatku yang berada didalam kepurukan penyakit jiwa, tak hanyal aku
mengharapkan ia menjadi calon Istriku kelak.
Kota
sukabumi saksi kita
Cianjur
merupakan daerah dimana didaerah tersebut terdapat gunung yang besar dan
menjulang tinggi kelangit, seakan ketinggian gunung tersebut seperti akan
mencakar langit biru cianjur. Sesuai dengan keadaan fisik gunung yang besar dan
tinggi tersebut maka penduduk daerah cianjur pada dahulu menamai gunung
tersebut dengan nama gunung gede. Keindahan cianjur bukan hanya dari gunungnya
yang indah, tetapi dengan tempat wisata kebon raya Cipanas yang terletak dikaki
bukit gunung gede tersebut seakan tidak mau kalah dengan gunung gede, kebon
yang dibuat pada masa penjajahan Belanda tersebut sampai sekarang terus dirawat
dengan baik oleh pendudukan setempat sehingga oleh pemerintahan kab cianjur
dijadikan tepat wisata. Dengan keindahan daerah cianjur tidak heran banyak
orang begitu nyaman dengan kota ini.
“ah
enaknya kalau liburan lebaran dirumah serba ada” bisik hatiku
Dengan
diselimuti udara bersih di cianjur aku pun beranjak dari kamar tidurku menuju
keluar rumah untuk melihat matahari terbit. Maklumlah tempat tinggalku dekat
dengan pesawahan yang masih hijau sehingga akan begitu indah jika terlihat pada
waktu matahari akan terbit.
“oh
ya Lupa! besokan akukan harus ke
sukabumi buat ketemu dengan sarah” gumanku dalam hati.
Aku
pun langsung teringat akan permintaan Sarah, yang pada waktu hari raya idul
fitri, dia mengajak untuk main ke rumahnya di Sukabumi.
“aduh
saya lupa lagi belum tanyain alamat rumahnya entar saja saya SMS dulu” bisiku
dalam hati.
Aku
pun melanjutkan menikmati suasana pedesaan di cianjur, terlihat banyak
bapak-bapak sudah mulai berangkat ke sawah mereka masing-masing dengan
menggunakan baju khas mereka dengan setiap bapak-bapak itu membawa cangkul yang
sudah dibersihkan dari kotoran tanah.
Tidak
terasa hari sudah mulai siang, matahari pun sudah mulai meninggi jika
diperkirakan tinggi matahari ini sudah setinggi tombak yang dahulu dijadikan
sebagai waktu untuk melaksanakan shalat dhuha.
“udah
siang nih, aku belum mandi lagi”,
“udah
harus siap-siap beli manisan nih buat ke sukabumi’ bisikku dalam hati
Langsung
aku pun segera mandi untuk ke kota buat membeli manisan cianjura untuk dibawa
ke sukabumi, kebetulan sarah dan keluarganya suka sekali dengan manisan
cianjur.
Selesai
mandi aku segera melakukan shalat dhuha sebanyak dua rakaat, dengan shalat dhuha
ini berharap akan dipermudah untuk mencari rizeki. Aku pun langsung berangkat
ke kota dengan menggunakan motor kesayanganku motor Honda supra fit yang sudah lama tidak dipakai.
Dengan
pelan aku pun memilih jalan Pangeran Hidayatullah untuk menuju jalan Bypas,
karena dengan mengambil jalur jalan pangeran hidayatullah bisa cepat langsung
menuju jalan bypass karena jalurnya yang lurus sampai ke jalan bypas
RSS Feed
Twitter
00.20
Ridwan Setiawan
0 komentar:
Posting Komentar