Jumat, 16 Maret 2012


sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Rabu, 14 Maret 2012

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan istilah ujian nasional yang sering membuat kita stress dibuatnya, dengan standar nilai yang sering naik tiap tahun dan sistem pelaksanaan yang berbeda di setiap pelaksanaanya,banyak siswa yang membela-belakan untuk bimbel dan private disuatu lembaga dengan upaya nilai ujiannya bisa sampai target yang telah ditentukan oleh pemerintah. Dengan dilaksanakan ujian nasional pula akan menambah popularitas lembaga pendidikan maupun sekolah, sehingga orang tua akan mengupayakan anaknya untuk masukan anaknya kepada lembaga pendidikan maupun sekolah yang siswanya akan dijamin lulus 100% jika memasukan lembaga dan sekolah tersebut, banyak manfaat yang dapat diambil dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) ini baik dari segi pembelajaran disekolah maupun dari pendapatan materi para lembaga kursus dan bimbingan belajar (Bimbel).



Pendidikan yang tinggi merupakan idaman setiap orang, dimana setiap orang berlomba untuk bisa mewujudkan setiap cita-citanya. Tapi kebingunan datang ketika masa dimana kita harus memilih jalan mana yang akan mengantarkan kita kepada jalan cita-cita kita. Kampus atau nama lain adalah perguruan tinggi merupakan jenjang tinggi dalam pendidikan formal, dimana dalam perguruan tinggi tersebut seorang perlu untuk berpikir bijak dalam memilih jurusan yang akan diambil karena pengambilan pilihan tersebut akan mempengaruhi ke depannya..
Dalam tulisan ini saya akan sedikit berbagi kepada kalian semua tentang bagaimana pengalaman saya ketika memilih Perguruan Tinggi tersebut, dimana kelas XII adalah masa-masa siswa galau dalam memilih tujuan mereka sudah lulus dari sekolah. Coba renungkan ketika menemukan pernyataan berikut ini, anda sudah lulus dari sekolah lalu anda akan segera mendapatkan pilihan yang akan menghantarkan kepada masa depan anda maka anda akan menemukan pilihan masalah berikut, jika mau kuliah maka  kuliah dimana dan jurusan apa?, jika mau kerja maka harus kerja apa dan dimana?,

Cinta adalah  perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri. Dan terpautnya hati orang yg mencintai pada pihak yang dicintainya, dengan semangat yang menggelora dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan, arti lain cinta adalah motivator diri yang membuat gairah hidup menjadi indah dan makna, cinta pula yang menjadikan orang yang kita cintai menjadi makhluk yang paling mulia didunia ini yang sudah tidak memandang baik dan buruknya orang yang menjadi objek cinta. Cinta merupakan hasil relasi yang dibijektif antara hati sebagai domainnya dan pikiran sebagai rangenya sehingga dari dua himpunam ini menghasilkan suatu relasi yang berkorespodensi satu-satu dan  terbentuklah cinta sebagai pendefinisian dari hati dan pikiran.
Dari kata cinta bisa mempunyai makna yang berbeda sesuai dengan bagaimana kita sebagia orang yang mempunyai hati menggunakannya, cinta bisa kita maknai sebagai sinar yang paling terang yang bisa menerangi jiwa manusia yang gelap akan cahaya cinta atau cinta bisa juga kita maknai sebagai pedang yang sangat  tajam yang siap membelah jiwa kita yang lemah akan makna cinta. Ini merupakan pilihan, dan pilihan merupakan hasil dari penggunaan dari pengguna, sepintar kita memilih makna cinta itu merupakan hasil dari bagaimana kita menggunakan cinta, jika kita menggunakan cinta secara berlebihan maka cinta itu akan menjadi makna yang menjadikan cinta sebagai pedang yang siap membelah jiwa kita, kenapa?karena dalam menggunakan cinta yang berlebihan dan tidak sesuai dengan tempatnya maka itu merupakan kesalahan

aku adalah kertas, semua  orang mungkin tidak memandang aku sebagai barang yang penting bagi hidup semua orang, aku sering di jadikan mainan orang anak-anak kecil, aku sering dilempari oleh anak sekolah dan aku sering dijadikan tempat untuk membungkus makanan yang berminyak dan lengket. Aku sering dipandang sebelah mata oleh semua orang tanpa mengetahui seberapa besar manfaatku untuk mereka.
Aku adalah kertas, mereka sering merendahkanku, tapi mereka tidak mengetahui bagaimana aku dibuat, coba bayangkan berapa jiwa manusia yang hidup dalam mencari nafkah dari hasil membuat aku dan berapa pohon yang ditebang oleh mereka hanya untuk sekedar membuat selembar diriku. Aneh mereka sering merendahkanku sepertinya mereka berpikir aku tidak bisa hidup jika temanku pensil tidak ada disampingku. Mereka selalu memandang bahwa aku tidak bisa berbuat apa-apa jika aku sendirian.