Titik Cinta
Cinta adalah kata sederhana yang bisa dirangkai
menjadi hal yang paling istimewa
(
Ridwan Setiawan )
Apakah arti cinta, itu yang terbesit dalam pikiranku. Lama dan jenuh ketika aku harus
terus mencari arti dari kata tersebut. Kata yang tidak
bisa diartikan sembarangan ini seakan terus menerus memanggil jiwa yang
ingin mengetahui. Aku kembali bosan
untuk mencari, teringat akan arti dari bidang titik, apakah itu titik?, kenapa
sekumpulan titik bisa menjadi segmen dan kenapa setiap segmen terkumpul akan
menjadi bidang. Mungkinkah dari kata titik aku bisa menemukan arti cinta.
Aku
semakin penasaran akan kata cinta tersebut, aku asumsikan kata cinta menjadi
titik. Bukan tanpa alasan aku menyamakan arti cinta dengan titik. Titik artinya
titik. Titik tidak bisa diartikan pengertiannya misteri dan tidak didefinisikan
tapi bisa digambarkan. Bagaimana sekumpulan titik bisa menjadi segmen dan
bagaimana sekumpulan segmen menjadi bidang. Titk adalah bidang geometri yang
paling sederhana. Dari yang paling sederhana bisa membentuk berbagai bidang
yang istimewa.
Aku
mencoba menganalisis dari kata titik kembali menjadi kata cinta. Cinta adalah
cinta. Cinta tidak dapat didefinisikan
tetapi bisa digambarkan. Banyak manusia berlomba-lomba untuk mencoba mendefinisikan
arti cinta tapi tidak banyak manusia tidak mengenal cinta mencoba mengartikan
secara acak tanpa tidak mengetahui unsur-unsur dari kata cinta. Dari cinta bisa
menjadi sayang dari sayang bisa menjadi sahabat dari sabahat bisa menjadi
saudara. Jadi apakah cinta.
Keabstarakan
cinta tidak bisa untuk digambarkan, keabstarakan sebanding dengan
mengambarkan bidang di dimensi n,
manusia hanya terus mencoba untuk menggambarkan tanpa memperhatikan definisi aslinya. Cinta itu
seperti air dalam tanah, salah kita menggali maka air kotorlah yang akan kita
dapat. Jadi bagaimana cara kita.
Tahanlah
cinta seakan cinta akan menjadi tumbuh, tumbuh di pot keyakinana disiram dengan
keilmuan dan dihiasi dengan keagamaan. Munculkan cinta sehingga cinta yang kita
tanam menjadi pewangi untuk masa depan.
RSS Feed
Twitter
02.01
Ridwan Setiawan
0 komentar:
Posting Komentar