Senin, 05 Agustus 2013


Neidya, Sang Bidadari yang putus sayapnya

“Wanita yang cocok dengan Ridwan Setiawan adalah wanita yang peka terhadap kejadian sosial lalu mencintai ilmu dan agamanya”


Jika kalian pernah membaca 7 percepatan rezeki kalian akan menemukan yang namanya sepasang bidadari yaitu, kedua orang tua kita dan pasangan hidup kita ( istri ). Disini saya akan sedikit membagi bagaimana rasanya sakit hati ketika orang yang kita anggap calon istri kita ternyata lebih memilih laki-laki yang lebih muda dari pada kita.
Namanya Neidya, aku memperhatikan dia ketika ketika dia masih kelas X, iya aku tahu tentang dia dari Pak Kurniawan, dia yang menawari saya buat kenal dengan dia, ya dulu sih tidak seperti sekarang jadi ada rasa cinta kepadanya soanya dia masih kecil baru umur 15 tahun ketika aku kenal sama dia dan aku sudah berumur 19 tahun pada waktu itu. Dari perbincangan-bincangan kecil dengan pak kurniawan disana sering Pak kurniawan menceritakan kelebihan Neydia itu, katanya dia jago sastranya, jago puisinya dan lain-lain, disana aku bisa menyimpulkan bahwa dia berbakat di dunia sastra.
KIJ, adalah salah satu ekstra kulikuler yang ada di MAN Cianjur, dengan pembinanya adalah Pak Lili Shaleh, dalam KIJ ini semua siswa belajar bagimana menjadi seorang penulis, biasanya siswa yang masuk eskul ini adalah siswa yang baik-baik dan pintar-pintar, maklum dalam eksul ini banyak kegiatan yang memang hanya orang-orang tertentu yang mau melakukannya, baik menjadi seorang reporter, jurnaslis atau wartawan itu akan secara tidak langsung akan mereka lakukan di KIJ, misalnya ketika sekolah mengirimkan wakilnya ke perlombaan maka dari pihak KIJ harus ada yang mau meliput berita tersebut dan biasanya perwakilan debat juga suka dari eksul ini.
Neidya adalah ketua dari eksul itu, dimana dia bisa menjadi ketua tersebut karena dia selalu berprestasi dalam bidang sastra khusunya bidang puisi, setiap lomba yang dia ikuti pastilah dia akan menjadi pinalis dari lomba tersebut, aku suka kedia yaitu ketika dia bilang kepadaku bahwa dia tidak suka dengan yang namanya pacaran, iya perbuatan hina yang sering dilakukan oleh anak-anak remaja ini menjadi hal yang lumrah terjadi, aku sadar ternyata masih ada orang yang mau mengatakan tidak mau pacaran pada umur itu, disana saya jadi menyukai dia dan saya pun menjadikan dia sebagai contoh untuk teguh kepada pendirian.
            Apa hubungan antara neidya dengan perjalan saya untuk ke turki, saya memang tidak menjadikan pacar dan saya gunakan dirinya untuk bisa menjadikan lebih baik, pembuktian kepada dia bahwa saya pun bisa untuk pergi ke turki, yang suatu perjalanan yang panjang ketika dalam menempuhnya penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Dengan terus memperhatikan Neidya sebagai calon istri saya, saya jadi lebih tenang dalam menjalankan cita-citaku untuk bisa berkarya, dengan terus memikirkannya saya jadi sangat tenang ketika kegelisaan muncul dalam umur yang semakin bertambah dan kemamuan dalam memenuhi isi hati menjadi tekanan.
            28 September 2015, menjadi tanggal pernikahan kita, walapun dalam hitungan hari ini sangatlah jauh, kenapa saya harus menyantungkan tanggal pernikahaan ini, karena dalam doa perlu adanya kejelasalan tempat dan tanggal sehingga Allah akan mengabulkan doa kita, tapi ini menjadi sebuah rencana ketika saya melihat di jejaring sosial dia menyatakan bahwa dia sudah mempunyai pacaran, sebenarnya bukan didari segi dia punya atau tidaknya melainkan melakukan atau tidaknya, karena dalam setiap obrolan pasti akan sedikit menyinggung tentang makna pacaran seperti apa dan apa hukumnya, jujur saya adalah orang yang tidak menyukai dengan namanya pacaran, dan orang yang selalu membuka topic tentang pacaran ternyata dia yang melakukan, apa yang sebenarnya terjadi apakah masih ada wanita yang bisa menjaga kehormatan dirinya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

0 komentar:

Posting Komentar