Memberi untuk Menerima
(Ridwan Ibnu Sina)
Memberi untuk menerima, dari kata-kata tersebut mungkin agak
sedikit aneh ketika kita memaknai secara harfiah memberi untuk menerima, kita
mengasihkan uang ke seseorang untuk menerima uang dari seseorang, dengan
memberi tidak ada suatu hal yang tidak mungkin, dimana dalam kekuatan memberi
seseorang akan mengalami perubahan yang sangat besar pada dirinya dimana dalam
dirinya akan menumbuhkan kepekaan dalam kehidupan sosialnya.
Saya pernah ngalami bagaimana kekuatan memberi untuk menerima,
tidak bisa dikira bagaimana peluang hanya 5 % dari suatu kemungkinan akan
terwujud dengan kekuatan memberi, beasiswa yang saya dapat tahun ini sangatlah
tidak disangka-sangka, karena hal ini tidak mungkin terjadi untuk saya
mendapatkan beasiswa DIPA karena tahun lalu saya sudah mendapatkan beasiswa
tersebut, karena kebutuhan mendesak saya pun ingin mencoba untuk meminta
beasiswa kepada jurusan tapi kebiasaan di jurusan mereka sudah menentukan
orang-orang yang berhak untuk menerima beasiswa tersebut, saya pun melihat
daftar nama-nama yang berhak menerima beasiswa tersebut, sudah diduga nama saya
tidak tercantum dalam daftar beasiswa.
Saya teringat kepada sebuah ayat Al-Quran yang berbunyi”
barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya ( pahala ) sepuluh kali lipat
amalnya” (QS. Al-An’am: 60),Karena Allah adalah Maha Memenuhi janji ya tidak
salahkan jika kita menangih janjinya. Ada uang disaku saya pada waktu mau
kuliah Kapitaselekta, uangnya pada waktu itu adalah 1000 dan 2000 saya mencoba
untuk mengasih uang tersebut tanpa melihat uang berapa yang saya keluarkan
untuk dikasihkan ke pengememis itu. Dan tanpa menunggu lama dari ketika saya mengasihkan
uang kepengemis itu, baru saya mau masuk kelas ada teman angkatan saya, di
menawari saya beasiswa DIPA karena di malas mengurusin persyaratan beasiswa
tersebut, ternyata tidak perlu menunggu lama hanya hitungan menit dari ketika
saya mengasihkan uang ke pengemis sampai ke tempat kuliah dan langsung ada yang
nawarin beasiswa itu merupakan suatu kebetulan yang disengaja dan benarlah
bahwa Allah Maha Menepati janji, tahu tidak berapa nilai beasiswa Dipa itu?Rp
1.200.000 dan berapa uang yang tadi saya kasihkan ke pengemis itu ternyata dari
uang yang disaku itu saya telah mengambil uang Rp 2000, jadi Allah mengasih
berapa kelipatan 600 kelipatan dan lebih dari janji Allah yang 10 kali lipat.
Memberi untuk menerima mempunyai kekuatan yang tidak bisa kita
bayangkan, ketika dalam segala keadaan kekuatan memberi ini mampu memberi
kemudahan dari orang yang memberi, dari
kisah saya tadi itu contoh kecil yang saya alami langsung, tapi menerima
disini tidak hanya berupa uang saja melainkan segala sesuatu yang sekiranya
pada waktu itu kita sedang membutuhkannya, mungkin pada waktu itu saya memang
lagi membutuhkan berupa uang tapi menerima bisa juga berupa ketenangan hati,
kesehatan, teman yang baik dan juga bisa berupa jodoh kepada kita kalau memang
pada waktu itu keadaan kita sedang membutuhkan karena Allah mengetahui
sedangkan kita tidak mengetahui.
Memberi tidaklah harus
berupa uang, memberi dengan larangan itu merupakan suatu pemberian yang berniai
harganya, ketika melarang kepada adik kita jangan sering menonton televisi maka
itu akan menjadi bermakna jika ternyata adik kita itu beralih kepada sering
membaca buku, itu bisa jadi memberi dengan larangan akan bisa mengubah suatu
kebiasaan dan keadaaan. Saya pernah mengikuti dalam suatu seminar motivasi di
kampus, disana diterangkan pula bahwa dengan kita melarang kepada seorang anak
lalu anak itu bisa mengubah larangan itu maka itu bisa menjadi kekuatan baru
pada dirinya, ketika seorang anak dilarang
untuk jangan bermain pisau maka dia akan berterima kasih kepada orang
mengasihkan larangan itu karena dia telah mejadi TNI, jangan terlalu banyak
makan yang manis-manis maka kelak anak itu bisa menjadi dokter gigi maka pada
waktu itu juga mereka akan berterima kasih kepada orang yang memberi larangan
tersebut.
Saatnya bagi kita untuk member untuk menerima, semakin besar
kemauan kita semakin besar pula memberinya, nabu Muhammad SAW bersabda: “ tidak
berkurang harta karena sedekah, dan tiada seorang yang memaafkan suatu
kezaliman melainkan Allah SWT, menambah kemuliaan dan tidak seorang yang
tawaddu’ (merendah) karena Allah SWT melainkan Allah SWT akan menaikan
derajatnya.”(HR. Abu Hurairah).
RSS Feed
Twitter
00.17
Ridwan Setiawan
0 komentar:
Posting Komentar