Sabtu, 02 Juni 2012


Memberi untuk Menerima
(Ridwan Ibnu Sina)

Memberi untuk menerima, dari kata-kata tersebut mungkin agak sedikit aneh ketika kita memaknai secara harfiah memberi untuk menerima, kita mengasihkan uang ke seseorang untuk menerima uang dari seseorang, dengan memberi tidak ada suatu hal yang tidak mungkin, dimana dalam kekuatan memberi seseorang akan mengalami perubahan yang sangat besar pada dirinya dimana dalam dirinya akan menumbuhkan kepekaan dalam kehidupan sosialnya.

Saya pernah ngalami bagaimana kekuatan memberi untuk menerima, tidak bisa dikira bagaimana peluang hanya 5 % dari suatu kemungkinan akan terwujud dengan kekuatan memberi, beasiswa yang saya dapat tahun ini sangatlah tidak disangka-sangka, karena hal ini tidak mungkin terjadi untuk saya mendapatkan beasiswa DIPA karena tahun lalu saya sudah mendapatkan beasiswa tersebut, karena kebutuhan mendesak saya pun ingin mencoba untuk meminta beasiswa kepada jurusan tapi kebiasaan di jurusan mereka sudah menentukan orang-orang yang berhak untuk menerima beasiswa tersebut, saya pun melihat daftar nama-nama yang berhak menerima beasiswa tersebut, sudah diduga nama saya tidak tercantum dalam daftar beasiswa.
Saya teringat kepada sebuah ayat Al-Quran yang berbunyi” barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya ( pahala ) sepuluh kali lipat amalnya” (QS. Al-An’am: 60),Karena Allah adalah Maha Memenuhi janji ya tidak salahkan jika kita menangih janjinya. Ada uang disaku saya pada waktu mau kuliah Kapitaselekta, uangnya pada waktu itu adalah 1000 dan 2000 saya mencoba untuk mengasih uang tersebut tanpa melihat uang berapa yang saya keluarkan untuk dikasihkan ke pengememis itu. Dan tanpa menunggu lama dari ketika saya mengasihkan uang kepengemis itu, baru saya mau masuk kelas ada teman angkatan saya, di menawari saya beasiswa DIPA karena di malas mengurusin persyaratan beasiswa tersebut, ternyata tidak perlu menunggu lama hanya hitungan menit dari ketika saya mengasihkan uang ke pengemis sampai ke tempat kuliah dan langsung ada yang nawarin beasiswa itu merupakan suatu kebetulan yang disengaja dan benarlah bahwa Allah Maha Menepati janji, tahu tidak berapa nilai beasiswa Dipa itu?Rp 1.200.000 dan berapa uang yang tadi saya kasihkan ke pengemis itu ternyata dari uang yang disaku itu saya telah mengambil uang Rp 2000, jadi Allah mengasih berapa kelipatan 600 kelipatan dan lebih dari janji Allah yang 10 kali lipat.
Memberi untuk menerima mempunyai kekuatan yang tidak bisa kita bayangkan, ketika dalam segala keadaan kekuatan memberi ini mampu memberi kemudahan dari orang yang memberi, dari  kisah saya tadi itu contoh kecil yang saya alami langsung, tapi menerima disini tidak hanya berupa uang saja melainkan segala sesuatu yang sekiranya pada waktu itu kita sedang membutuhkannya, mungkin pada waktu itu saya memang lagi membutuhkan berupa uang tapi menerima bisa juga berupa ketenangan hati, kesehatan, teman yang baik dan juga bisa berupa jodoh kepada kita kalau memang pada waktu itu keadaan kita sedang membutuhkan karena Allah mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui.
 Memberi tidaklah harus berupa uang, memberi dengan larangan itu merupakan suatu pemberian yang berniai harganya, ketika melarang kepada adik kita jangan sering menonton televisi maka itu akan menjadi bermakna jika ternyata adik kita itu beralih kepada sering membaca buku, itu bisa jadi memberi dengan larangan akan bisa mengubah suatu kebiasaan dan keadaaan. Saya pernah mengikuti dalam suatu seminar motivasi di kampus, disana diterangkan pula bahwa dengan kita melarang kepada seorang anak lalu anak itu bisa mengubah larangan itu maka itu bisa menjadi kekuatan baru pada dirinya, ketika seorang anak dilarang  untuk jangan bermain pisau maka dia akan berterima kasih kepada orang mengasihkan larangan itu karena dia telah mejadi TNI, jangan terlalu banyak makan yang manis-manis maka kelak anak itu bisa menjadi dokter gigi maka pada waktu itu juga mereka akan berterima kasih kepada orang yang memberi larangan tersebut.
Saatnya bagi kita untuk member untuk menerima, semakin besar kemauan kita semakin besar pula memberinya, nabu Muhammad SAW bersabda: “ tidak berkurang harta karena sedekah, dan tiada seorang yang memaafkan suatu kezaliman melainkan Allah SWT, menambah kemuliaan dan tidak seorang yang tawaddu’ (merendah) karena Allah SWT melainkan Allah SWT akan menaikan derajatnya.”(HR. Abu Hurairah). 

0 komentar:

Posting Komentar