aku adalah kertas, semua orang mungkin tidak memandang aku sebagai barang yang penting bagi hidup semua orang, aku sering di jadikan mainan orang anak-anak kecil, aku sering dilempari oleh anak sekolah dan aku sering dijadikan tempat untuk membungkus makanan yang berminyak dan lengket. Aku sering dipandang sebelah mata oleh semua orang tanpa mengetahui seberapa besar manfaatku untuk mereka.
Aku adalah kertas, mereka sering merendahkanku, tapi mereka tidak mengetahui bagaimana aku dibuat, coba bayangkan berapa jiwa manusia yang hidup dalam mencari nafkah dari hasil membuat aku dan berapa pohon yang ditebang oleh mereka hanya untuk sekedar membuat selembar diriku. Aneh mereka sering merendahkanku sepertinya mereka berpikir aku tidak bisa hidup jika temanku pensil tidak ada disampingku. Mereka selalu memandang bahwa aku tidak bisa berbuat apa-apa jika aku sendirian.
Aku adalah kertas, aku benda yang tidak bisa berdiri sendiri, aku mengakui hal itu aku tidak bisa berbuat apa-apa jika aku sendiri. Tapi kalian tidak melihat tugasku ketika aku dan teman aku bertugas, kalian tidak melihatku ketika aku bekerja coba sekali lihat aku ketika aku bekerja bagaimana sakitnya aku menahan sakit dari gerakan teman aku pensil menuliskan tiap huruf dan kata sehingga hasil yang kami perbuat bisa kalian baca dan bisa kalian ingat. Aku tidak pernah menyesal jika kalian sering merendahkanku yang terpenting adalah aku selalu berbuat sebaik mungkin untuk kalian dan aku sering memberikan manfaat bagi kalian.
Aku adalah kertas, aku sadar aku tidak bisa berbuat apa-apa jika aku sendirian tanpa bekerja sama dengan yang lain, tapi aku sudah membuktikan bahwa aku adalah orang yang bermanfaat bagi kalian, sudah berapa Negara yang telah membuat perjanjian perdamaian di atas aku. Itulah aku kertas yang selalu di anggap tidak bisa apa-apa tapi aku akan selalu memberikan manfaat bagi kalian, karena itu adalah tugas aku.
RSS Feed
Twitter
06.41
Ridwan Setiawan
0 komentar:
Posting Komentar